Generasi Kelima CR-V Mulai Diproduksi Massal

Produksi massal generasi terbaru Honda CR-V telah resmi dimulai, Senin (22/11/2016). Pabrik Honda di East Liberty, Ohio, Amerika Serikat, menjadi lokasi pertama kelahirannya.

“Tim Ohio kami telah melakukan pekerjaan luar biasa memimpin pabrik untuk peluncuran global Honda CR-V terbaru dan kami menanti untuk berbagi CR-V 2017 dengan konsumen kami di Amerika Serikat, Amerika Utara, dan seluruh dunia,” kata Tim Myers, Plant Manager East Liberty Auto Plant, dalam siaran resmi.

Pabrik Ohio mempekerjakan 2.350 karyawan dan memiliki kapasitas 240.000 unit mobil penumpang dan truk ringan. Selain di Ohio, Honda bakal memproduksi generasi kelima CR-V di Indiana dan kanada.
Motor1.Com
Honda New CR-V 2017.
Generasi kelima CR-V resmi diperkenalkan di Detroit, Amerika Serikat, bulan lalu. SUV medium ini sekarang dibekali pilihan mesin baru 1.5L turbocharged, mesin itu juga digunakan pada generasi ke-10 Civic. Mesin lama CR-V, 2.4L masih ditawarkan.
Ukuran bodi CR-V terbaru membesar dengan ukuran wheelbase bertambah panjang hampir 5 cm. Dari sisi desain mengadopsi banyak elemen dari Civic, termasuk sistem buka-tutup otomatis pada gril yang membantu aerodinamis.

Di kabin, CR-V memiliki fitur remote nyala mesin, AC dual zone, rem parkir elektrik, dan konektor USB untuk mengisi ulang baterai gadget. Buat berkendara makin aman, CR-V juga dibekali sistem Honda Sensing, yang isinya collision-mitigation braking with forward collision warning with pedestrian sensing, road departure mitigation with lane departure warning, adaptive cruise control, dan lane keeping assist.

Honda Civic Turbo 1.0L Lahir di China

Dongfeng Honda (Honda China) memperkenalkan sedan Civic bermesin 1.000cc di China. Menggunakan nama 180Turbo, model terbaru ini tersedia dalam dua varian Comfort Edition, bertransmisi manual dan otomatis (CVT).

Mengutip Paultan, Jumat (25/11/2016) penampilan tubuh 180Turbo serupa (identik) dengan versi Civic domestik China bermesin 1.5 L, dengan sedikit beberapa perubahan kecil. Model 1.0L ini menggunakan lampu halogen dan pelek ukuran 16 inci, berbeda dengan Civic 1.5L yang berukuran 17 inci.

Mesin 1.0L tiga silinder, diklaim sanggup menghempaskan tenaga mencapai 123 tk @5.500 rpm, dengan torsi 173 Nm @2.000 – 4.500 rpm. Mesin DOHC injeksi langsung, dilengkapi teknologi dual Variable Valve Timing Control (VTC) dan Variable Valve Timing and Lift Electronic Control (VTEC) pada bagian intake.

Mesin 1.0L yang dihadirkan untuk pasar China ini, merupakan salah satu realisasi dari konsep Earth Dreams Technology yang pertama kali diperkenalkan di Honda Meeting 2015 di Jepang. Harga belum diumukan oleh pihak Honda China.

Performa varian Civic 180 Turbo bertransmisi CVT, diklaim sanggup melaju 0-100 kpj dalam waktu 11,3 detik, sementara manual di angka 11,6 detik. Kemudian kecepatan puncak atau top speed mencapai 200 kpj (CVT) dan untuk manual 204 kpj.

Sementara terkait konsumsi bahan bakar minyak (BBM/bensin), diklaim bisa mengkonsumsi 5 liter bensin per 100 km, dan 5,5 liter bensin untuk yang transmisi manual.

Apa Kabar Yamaha Byson Injeksi?

Salah satu model sport yang diperjuangkan Yamaha, untuk lolos Euro 3 adalah Byson. Meluncur perdana pada bulan Juni 2015 lalu, Byson dengan mesin baru berteknologi injeksi, sukses membuat model ini kembali bergairah, setidaknya hingga akhir 2015.

Rata-rata penjualan Byson FI di 2015 (Juni-Desember) bisa terjaga di angka rata-rata 1.377 unit perbulanya. Bila ditotal secara keseluruhan (Byson lama dan injeksi) rata-ratanya 1.261 unit sepanjang tahun 2015, dengan total penjualan di tahun 2015 sebesar 15.128 unit. Walaupun jika dibanding dengan Vixion jumlahnya memang tertinggal jauh.

Setelah masuk ke tahun 2016, selama sepuluh bulan (Januari-Oktober) performa penjualan Byson tampak kembang kempis tiap bulannya, di mana cenderung mengarah kepada penurunan. Pada bulan Oktober saja, dari data distribusi Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), hanya sampai 186 unit, turun 11,43 persen dari September 2016.

Pencapaian di Oktober tersebut merupakan yang terkecil sepanjang tahun berjalan 2016. Di mana perolehan tertingginya ada pada Februari, sebesar 1.559 unit. Bisa diperhatikan pada grafik performa Byson, berikut.
Ghulam/KompasOtomotif
Performa Byson sepanjang sepuluh bulan di 2016.
Mohammad Masykur, Asisten GM Pemasaran PT YIMM mengatakan, kalau pencapaian ini masih terbilang biasa saja, seperti pada data wholesales AISI. Saat ditanyakan apakah akan ada pembaharuan atau perubahan, Masykur menjawab belum ada.

“Byson performa penjualannya biasa saja, seperti dalam data AISI, dan belum ada perubahan. Byson juga masih produksi,” ujar Masykur dengan singkat kepada KompasOtomotif, Jumat (25/11/2016).

Tahun Depan Pengumuman Nasib Kerjasama Proton

Proton siap mengumumkan perjanjian kemitraan strategis, dengan produsen mobil asing tahun depan, tepatnya akhir Maret 2017.

Namun, bersamaan dengan peuncuran Proton Ertiga, pihak perusahaan menegaskan bahwa pengumuman tidak mungkin dilakukan pada bulan Maret, yang berarti ada pengunduran. Mereka juga belum ingin menyebutkan, siapa mitra yang nantinya bakal menyokong Proton.

“Ini terlalu dini bagi kami untuk menyebutkan nama mitra kami nantinya,” ujar Datuk Seri Syed Faisal Akbar, Non-executive Chairman Proton, sepeti dikutip Paultan, Jumat (25/11/2016).

Baca juga : Di Ujung Tanduk, Proton Mulai “Jual Diri”

Dari pemberitaan sebelumnya, ada tiga nama yang menjadi kandidat kuat untuk menjadi mitra Proton, seperti PSA Group (Peugeot), Renault, dan Suzuki. Mereka diklaim sebagai pihak dari banyak perusahaan, yang tertarik ingin membeli saham Proton.

Syed Faisal melanjutkan, memang seharusnya Proton sudah harus mengumumkan mitra strategisnya, pada semester pertama tahun depan.

“Kami akan berusaha sebisa mungkin untuk memberikan informasi pada akhir kuartal pertama, tapi waktunya mungkin di luar kendali kami, karena mitra juga memiliki prioritas lain. Kami ingin menyelesaikannya di akhir kuartal pertama, tapi pasti tidak lebih dari semester pertama,” ujar Syed Faisal.

Awal tahun ini, produsen mobil nasional sudah menerima suntikan dana 1,5 miliar ringgit atau Rp 4,7 triliun dari pemerintah Malaysia. Sampai saat ini, ketiga perusahaan yang masuk dalam kandidat, belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Ini Kebiasaan Mubazir Saat Mengganti Ban

Ada kebiasaan yang kerap dilakukan banyak orang ketika mengganti ban mobil, yaitu menginjak batang kunci buat mengencangkan baut. Kebiasaan itu dinilai lebih banyak berdampak negatif ketimbang positif.

Menginjak batang kunci, apalagi sampai berdiri lalu sambil diayunkan malah meningkatkan risiko cedera. Menurut Anjar Rosjadi, Technical Service Executive CoordinatorAstra Daihatsu Motor, baut pada ban tidak perlu sampai dikencangkan sampai seperti itu.

Cara ini bisa jadi digunakan oleh perempuan buat mendapatkan tenaga tambahan untuk mengencangkan baut. Tetapi menurut Anjar, dikencangkan pakai tenaga sendiri masih bisa dilakukan.

“Sebenarnya ada torsi standar maksimum dan minimum. Nah buat sampai ke maksimum itu enggak perlu sampai diinjak, cukup dengan tangan pakai berat badan saja,” kata Anjar, di Jakarta, Rabu (24/11/2016).

Dijelaskan Anjar, sebenarnya jika baut terlalu kencang tidak menyebabkan kendala buat pengoperasian mobil. Namun masalahnya, bakal sulit membuka baut yang sama jika mau mengganti ban lagi.

Stabilitas Politik Lebih Berefek pada Penjualan Mercy

Kebijakan tax amnesty (pengampunan pajak) yang dicetuskan pemerintah dianggap membawa angin segar bagi pebisnis dalam negeri, salah satunya di sektor otomotif premium. Walaupun efeknya tidak bisa dirasakan secara langsung dan dalam waktu dekat.

Kariyanto, Deputy Director Sales Operation MBC & Network Development Mercedes Benz Indonesia, mengatakan, tax amnesty ini pastinya akan memberikan efek positif bagi penjualan Mercy. Namun, memang tidak serta-merta kondisi penjualan langsung meningkat, ada waktunya dan mungkin terasa pada 2017.

“Akan tetapi, jika ditanya seberapa besar pengaruhnya, maka kami tidak bisa menguantifikasi-nya. Karena kenaikan penjualan merupakan hasil dari banyak faktor penunjang, tidak hanya karena faktor tax amnesty,” ujar Kariyanto kepada KompasOtomotif, Rabu (23/11/2016).

Kariyanto melanjutkan, faktor lain yang dimaksud salah satunya stabilitas politik yang ada di Indonesia. Sekecil apa pun pergolakan, maka konsumen pembeli mobil premium bisa langsung menunda transaksi.

“Tapi memang lebih berpengaruh adalah stabilitas politik, sedikit ada gangguan langsung hold semua. Seperti demo-demo yang terjadi kemarin, konsumen yang sudah ingin delivery atau lainnya, langsung menunda. Karena kondisi tersebut juga, penjualan yang bagus bisa saja tiba-tiba mandek,” ujar Kariyanto.

Kariyanto juga mengharap kalau pilkada serentak tahun depan tidak berujung ricuh. “Jika hajatan politik berjalan dengan aman dan damai, kami percaya pasar premium akan tumbuh, jika sebaliknya maka akan berpengaruh negatif,” ucap Kariyanto.

Cuek Tak Pakai Sabuk Pengaman? Bisa Begini Akibatnya

Saat teknologi mobil sudah semakin canggih, masih ada saja pengemudi yang tidak mau memakai sabuk pengaman. Kebiasaan lain yang sama buruknya, yaitu mengaitkan sabuk pengaman hingga posisi “on” tetapi tidak melingkarkannya di depan tubuh.

Sebagian penyebab pengemudi malas memakai sabuk pengaman adalah merasa lelah atau sakit di bagian dada ketika pakai sabuk pengaman terlalu lama. Solusi untuk persoalan ini adalah membeli aksesori selimut sabuk pengaman dengan bahan lembut ketimbang tidak pakai sabuk pengaman.

“Bahaya sekali kalau dia enggak pakai sabuk pengaman, tetapi mobilnya punya airbag. Saat tabrakan, sopir terbentur ke depan, lalu dihajar lagi sama airbag yang mengembang. Bisa mati kalau begitu,” kata Anjar Rosjadi, Technical Service Executive Coordinator Astra Daihatsu Motor, di Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Airbag atau kantong udara itu merupakan fitur keselamatan supplemental restraint system (SRS). Sesuai namanya, peran kantong udara bukan sebagai perangkat keselamatan utama, melainkan suplemen atau tambahan. Perangkat keselamatan utama adalah sabuk pengaman.

Dibanding mobil tidak punya kantong udara, justru lebih berbahaya saat pengemudi tidak menggunakan sabuk pengaman di mobil berkantong udara.

Menurut Anjar, cara kerja sistem memutuskan kantong udara mengembang tidak tergantung pada sabuk pengaman saat “on” atau “off” karena sensornya ada di sekitar sasis depan mobil.