Stabilitas Politik Lebih Berefek pada Penjualan Mercy

Kebijakan tax amnesty (pengampunan pajak) yang dicetuskan pemerintah dianggap membawa angin segar bagi pebisnis dalam negeri, salah satunya di sektor otomotif premium. Walaupun efeknya tidak bisa dirasakan secara langsung dan dalam waktu dekat.

Kariyanto, Deputy Director Sales Operation MBC & Network Development Mercedes Benz Indonesia, mengatakan, tax amnesty ini pastinya akan memberikan efek positif bagi penjualan Mercy. Namun, memang tidak serta-merta kondisi penjualan langsung meningkat, ada waktunya dan mungkin terasa pada 2017.

“Akan tetapi, jika ditanya seberapa besar pengaruhnya, maka kami tidak bisa menguantifikasi-nya. Karena kenaikan penjualan merupakan hasil dari banyak faktor penunjang, tidak hanya karena faktor tax amnesty,” ujar Kariyanto kepada KompasOtomotif, Rabu (23/11/2016).

Kariyanto melanjutkan, faktor lain yang dimaksud salah satunya stabilitas politik yang ada di Indonesia. Sekecil apa pun pergolakan, maka konsumen pembeli mobil premium bisa langsung menunda transaksi.

“Tapi memang lebih berpengaruh adalah stabilitas politik, sedikit ada gangguan langsung hold semua. Seperti demo-demo yang terjadi kemarin, konsumen yang sudah ingin delivery atau lainnya, langsung menunda. Karena kondisi tersebut juga, penjualan yang bagus bisa saja tiba-tiba mandek,” ujar Kariyanto.

Kariyanto juga mengharap kalau pilkada serentak tahun depan tidak berujung ricuh. “Jika hajatan politik berjalan dengan aman dan damai, kami percaya pasar premium akan tumbuh, jika sebaliknya maka akan berpengaruh negatif,” ucap Kariyanto.

Cuek Tak Pakai Sabuk Pengaman? Bisa Begini Akibatnya

Saat teknologi mobil sudah semakin canggih, masih ada saja pengemudi yang tidak mau memakai sabuk pengaman. Kebiasaan lain yang sama buruknya, yaitu mengaitkan sabuk pengaman hingga posisi “on” tetapi tidak melingkarkannya di depan tubuh.

Sebagian penyebab pengemudi malas memakai sabuk pengaman adalah merasa lelah atau sakit di bagian dada ketika pakai sabuk pengaman terlalu lama. Solusi untuk persoalan ini adalah membeli aksesori selimut sabuk pengaman dengan bahan lembut ketimbang tidak pakai sabuk pengaman.

“Bahaya sekali kalau dia enggak pakai sabuk pengaman, tetapi mobilnya punya airbag. Saat tabrakan, sopir terbentur ke depan, lalu dihajar lagi sama airbag yang mengembang. Bisa mati kalau begitu,” kata Anjar Rosjadi, Technical Service Executive Coordinator Astra Daihatsu Motor, di Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Airbag atau kantong udara itu merupakan fitur keselamatan supplemental restraint system (SRS). Sesuai namanya, peran kantong udara bukan sebagai perangkat keselamatan utama, melainkan suplemen atau tambahan. Perangkat keselamatan utama adalah sabuk pengaman.

Dibanding mobil tidak punya kantong udara, justru lebih berbahaya saat pengemudi tidak menggunakan sabuk pengaman di mobil berkantong udara.

Menurut Anjar, cara kerja sistem memutuskan kantong udara mengembang tidak tergantung pada sabuk pengaman saat “on” atau “off” karena sensornya ada di sekitar sasis depan mobil.

Fitur Lengkap Mobil Keluarga

PT Nissan Motor Indonesia (NMI) telah memperkenalkan New Grand Livina XV Highway Star (HWS) pada pertengahan tahun ini. Model ini dibawa Nissan untuk menjawab kebutuhan keluarga modern terhadap kendaraan yang aman, nyaman, dan dilengkapi fitur lengkap di dalamnya.

Varian HWS adalah varian tertinggi dalam strata model produk Nissan. Nissan menghadirkan Grand Livina XV HWS untuk konsumen yang menginginkan keunggulan varian HWS dengan harga kompetitif.

Grand Livina terbaru ini menghadirkan fitur New Audio Visual Monitor with Mirroring Technology, dilengkapi dengan Touchscreen Display, Bluetooth, dan Smartphone Mirroring.

Fitur-fitur keamanan diaplikasikan secara optimal untuk berkendara aman dengan Dual SRS Airbag, Good Sound Absorption, Side Impact Bar, dan sudah dilengkapi dengan ABS, EBD, dan BA.

Interior New New Grand Livina didesain lebih nyaman bagi pengguna dengan penggunaan material yang berkualitas. Terdapat empat mode pengaturan tempat duduk yang dapat di nikmati oleh penumpang termasuk mode Flat Seat Arrangement untuk memberi kenyamanan bagi penumpang maupun kebutuhan akomodasi barang.

Produk yang telah diperkenalkan sejak tahun 2007 ini populasinya sampai sekarang sudah mencapai 208.000 unit. Sebagai brand ambassador, Nissan menggandeng pasangan Darius Sinathrya dan Donna Agnesia. Pasangan yang memiliki tiga orang anak ini dinilai bisa merepresentasikan dan memperkuat image Grand Livina di hadapan publik.

Ini Syarat Jual Mobkas ke Diler Resmi Mercy

Bosan dengan model Mercedes Benz lawas dan berniat menggantinya dengan model baru, Proven Exclusivity (PE/diler Mobkas) Mercy Indonesia bisa jadi jalur alternatif, selain menjual ke pedagang.

Namun, apa syarat-syarat agar Mercy lawas bisa diterima dan berhasil punya model baru? Kariyanto, Deputy Director Sales Operation MBC & Network Development Mercedes Benz Indonesia mengatakan, kalau syaratnya tidak terlau rumit.

“Tidak sulit menjual ke Mercedes Benz PE, faktor yang paling utama yaitu mobil harus selalu diservis di bengkel resmi sepanjang digunakan. Jika tidak melakukan perawatan di bengkel resmi, kami tidak akan terima, dan itu akan terlihat di rekaman data servisnya,” ujar Kariyanto saat dijumpai di Mercedes Benz Star Expo, Rabu (23/11/2016).

Kariyanto melanjutkan, usia mobil yang akan dijual ke PE atau ditukar tambah dengan model baru, ada batasannya. Rata-rata mobil yang diterima, maksimal berumur enam tahun. “Baru setelah itu mobil dibawa kebengkel dan diperiksa dengan 146 cek poin, sebelum diestimasi harganya,” ujar Kariyanto.

Kebanyakan, kata Kariyanto, konsumen yang menjual mobil ke PE tidak membeli mobil merek lain, tapi menukar dengan model baru Merceds Benz. Saat ini, Mercy baru memiliki tiga diler Mobkas (PE) di Permata Hijau yang dikelola PT. Panji Rama Otomotif, di Mampang milik PT Mercindo Autorama, dan terbaru di Kuningan, Cakrawala Automotif Rabhasa (CAR).

“Tahun depan rencananya akan kami tambah dan perluas lagi diler Mobkas, seperti di Surabaya dan Bandung. Kedua kota tersebut yang akan diprioritaskan tahun depan,” ujar Kariyanto.

Pihak Diler Ford Pastikan Layanan Purnajual

Salah satu perusahaan diler Ford, Auto Kencana (AK) Group, memastikan diri tetap melayani konsumen. AK Group sudah memutuskan bergabung ke RMA Group yang ditahbiskan sebagai pembawa bendera purna jual Ford di dalam negeri menggantikan Ford Motor Indonesia (FMI) pada 1 November 2016.

Sejak bergabung dengan RMA Group, AK Group memiliki 10 bengkel resmi di seluruh Indonesia, yaitu ‎4 unit di Jakarta, 2 unit di Sumatera Utara, dan 3 unit di Papua. Bahkan satu bengkel resmi baru dibuka di Palangkaraya, Kalimantan.

“Kami mencoba melayani pelanggan bagaimana supaya merasa nyaman dan tidak khawatir. Ada yang tiba-tiba mau jual mobilnya karena takut garansi dan suku cadang tidak ada, nah itu kami jamin tetap ada,” kata Andee Yoestong, Presiden Direktur AK Group, di Jakarta, Sabtu (26/11/2016).

Nugroho Suharlim, Chief Operating Officer AK Group, menambahkan, konsumen tidak usah khawatir mengenai kelanjutan pemeliharaan dan garansi kendaraan Ford yang sebelumnya ditangani FMI. Semua garansi yang masih berlaku akan tetap dijamin sesuai dengan peraturan garansi Ford dan ketersediaan suku cadang minimal 10 tahun.

Nugroho memastikan garansi bawaan pembelian mobil baru Ford berlaku selama tiga tahun atau dengan batasan 100.000 km. Proses penanganan menggunakan sistem RMA Group.

Buat mengapresiasi konsumen yang masih setia memiliki mobil Ford, AK Group memberikan kampanye servis dengan diskon khusus. Promo ini berlangsung sampai akhir tahun.

Ford Ranger dan Everest Produksi 2016 Masih Dijual

Selepas penghentian importasi kendaran Ford di Indonesia, kini para diler hanya bertugas melayani purna jual sambil menghabiskan stok unit tersisa. Dari semua tawaran, pikap New Ranger dan generasi baru Everest produksi 2016 yang sempat diimpor dari Thailand secara eksklusif dijual diler Auto Kencana Group.

“Kami jualan produk sisa dari Ford Motor Indonesia (FMI) produksi 2016,” kata Andee Yoestong, Presiden Direktur AK Group, di Jakarta, Sabtu (26/11/2016).

“Kami bukan menjual kendaraan yang fakturnya atas nama kami, lantas dijual ke orang lain. Faktur tetap atas nama pembeli, jadi sama seperti baru. Perusahaan pembiayaan masih mendukung,” jelas Andee.
Ford
Pengujian Ford Everest dilakukan sangat lama, bahkan sampai mencapai 1 juta km dan menghabiskan 200 unit prototipe.
Atas kerja sama AK Group dengan pihak pengganti FMI urusan purna jual, RMA Group, garansi kendaraan selama tiga tahun atau 100.000 km tetap berlaku. Ketersediaan suku cadang dijamin sampai 10 tahun.

Stanly/Otomania
Peluncurnan all new Ford Ranger
Chief Operating Officer AK Group Nugroho Suharlim, menerangkan, saat ini masih ada sekitar sekitar 90 unit yang siap dipinang konsumen, sebagian besar Everest.